Apasih Sebenarnya Definisi Pemimpin?
Menurut John C. Maxwell, sebenarnya setiap orang masing-masing dapat memengaruhi dan juga dipengaruhi orang lain. Artinya, pada setiap kita pasti memiliki potensi untuk memengaruhi orang lain. Namun semua balik lagi ke diri kita sendiri, seberapa banyak kita mampu memengaruhi orang lain atau seberapa besar kepemimpinan kita dapat teruji? Kemampuan memengaruhi orang lain pun belum tentu dibilang sebagai jiwa kepemimpinan apabila orang-orang yang kita pimpin ternyata merasa keberatan dan terpaksa. Seperti pesan Maxwell,
“Kepemimpinan yang sesungguhnya lebih dari hanya memiliki wewenang tetapi menjadi orang yang diikuti orang lain dengan senang hati dan penuh keyakinan (Maxwell.1995:5)”.
Bisa tidak ya aku menjadi pemimpin/bisa tidak ya aku menggerakkan organisasi?
Terkadang keraguan dan ketakutan bukan untuk dihindari tapi untuk diterima dan dicari solusinya. John C Maxwell pun pernah berpesan bahwa pemimpin yang sukses adalah orang yang belajar, di mana proses belajarnya berkelanjutan, sebagai hasil dari disiplin pribadi dan ketekunan. Jadi semua keraguan dan ketakutan adalah kesatuan tantangan yang mana ketika kita berhasil melewatinya, maka kapasitas kita akan naik tingkat.
Bagaimana cara memulainya?
Memulai dengan mengenal diri sendiri
Sebagaimana perkataan Yahya bin Muadz ar-Razi yang dikutp dalam karya Imam al-Ghazali, “Barang siapa mengenal dirinya, maka sungguh dia akan mengenal Tuhannya”. Betapa pentingnya konsep mengenal diri sendiri untuk kehidupan kita.
Setelah kita memahami diri sendiri, dan sudah memaknai tujuan hidup seperti apa yang ingin dicapai. Langkah selanjutnya adalah mendesain life plan sebagai bentuk upaya kita mencapai target. Alangkah lebih baik, apabila life plan yang kita punya tidak hanya untuk kejayaan diri sendiri, namun juga untuk menebar manfaat ke sekeliling.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
Langkah selanjutnya adalah mencari lingkungan yang mendukung. Sangat beruntung sekali ketika kita mendapatkan lingkungan yang dapat menciptakan atmosfer yang baik. Lingkungan yang akan mengingatkan kita ketika lemah dan lingkungan yang akan mendukung ketika kita membutuhkannya. Termasuk lingkungan yang akan menjaga diri kita agar tetap konsisten terhadap kebaikan. Hingga kita lulus dalam “ujian kepemimpinan diri”.
Dari sini kita bisa belajar banyak, bahwa hal yang paling penting dan paling utama untuk dipimpin adalah diri kita sendiri! Yuk, kita mulai mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan!