"Hatiku penuh dengan kata-kata, karena itu tak kuucapkan sepatah pun suara", begitu syair Jalaluddin Ar Rumi.
Bersyukur mengajarkan kita untuk tak berpuas hati dalam meminta pada Ilahi. Terus dan terus, lagi dan lagi, lebih banyak dan lebih tinggi.
Terjebak pada kepuasan hingga tak ada gairah untuk meloncat lebih tinggi adalah perangkap gawat. Maka bersyukur bukanlah berpuas.
Syukur adalah mendayagunakan segenap nikmat yang telah Allah karuniakan untuk menggapai yang lebih tinggi.
Yang berharta, jangan berpuas dengan shadaqahnya. Yang berilmu, jangan berpuas dengan amal dan dakwahnya. Yang bernafas, jangan berpuas sekedar berbaring dan duduk. Tapi bangkitlah, berlarilah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar