Dalam riwayat Bukhari disebutkan,
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.”
Kematian memang ditakdirkan menjadi sebuah misteri. Hikmahnya, tidak ada alasan untuk tidak memastikan setiap detik yang kita lakukan adalah amal yang terbaik. Karena bisa jadi detik tertentu adalah garis batas kehidupan kita dan kita ingin menjadi yang terbaik saat batas hidup sudah mencapai akhir.
Tugas kita sebagai hamba hanyalah satu, istiqamah. Kita harus memastikan betul di awal dalam niat, di tengah dalam amal, dan di akhir dalam ikhtiar, semua terjaga dalam koridor. Kita juga harus meluruskan niat, karena niat itu bisa saja lurus di awal, belok di tengah. Bisa lurus di awal, lurus di tengah, jungkir balik di akhir.
Kita gak dinilai dari bagaimana kita dimulai, tapi kita dinilai bagaimana kita berakhir. Agar kita terus mengingat bahwasanya ada akhir yang perlu disiapkan, akhir ini gak tau kapan datangnya. Tentunya kita ingin akhirnya dalam akhir yang baik.